Paypal

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Family. Show all posts
Showing posts with label Family. Show all posts

Tuesday, 10 March 2009

Demam tinggi

Dapat berita kurang enak lagi, setelah bihan yang sakit dan belon sembuh, sekarang giliran kashafa yang demam dan batuk, aduh gak enak banget begini, jadi serba salah dan pikiran gak nentu jadinya.

Sekarang bunda lagi observasi bihan dan kasafa, tapi susah minumnya padahal kalau demam harus makin banyak minum, jadi tambah-tambah khawatirnya, cuma bisa pasrah dan berdoa kepada Allah SWT semoga kedua anak kami cepat sembuh dan kembali ceria seperti sedia kala.

Besok hari ke-3 Bihan demam, harus cek ke dokter dan cek darah ke lab, takutnya terkena demam berdarah karena lagi musim pula saat ini, gak ada kompromi lagi, langsung minta pulang ke Indonesia buat ngejagain bihan dan kasafa, juga ngasih waktu sedikit buat nda beristirahat sambil sama-sama menjaga kedua buah hati kami.

Kalau keadaan semakin parah, mungkin juga sekalian resign aja dari oilfield kalau gini, mendingan cari kerjaan lain di rumah dan dekat sama anak-anak, setidaknya kehadiranku ada disamping mereka akan membuat mereka merasa lebih comfort dan percaya diri untuk terus menjalani tantangan kehidupan ini.

Bihan, Shafa, Bunda, tetap sabar ya. Love u much


Thursday, 11 September 2008

Muhammad Azka Nabihan

15 Agustus 2008, jadi tonggak baru dalam perjalanan kehidupan keluarga kami. Hari itu, telah lahir dedek Azka, dengan berat badan 3.5 Kg dan panjang 50 cm, proses kelahiran dilakukan dengan operasi sesar..kenapa??banyak alasan medis yang diutarakan dr.Taufik dari rumah sakit bersalin Cempaka Az Zahra di kawasan Peunayong Banda Aceh.

Hari itu rencananya cuma mengecek kehamilan setelah semalaman bunda kesakitan di sebelah pinggangnya, namun dokter langsung sudah tidak mengizinkan untuk pulang ke rumah lagi, syukur sekali segala perlengkapan pakaian untuk proses persalinan memang sudah kami siapkan beberapa hari sebelumnya, kali ini patuh ngikutin iklan tentang suami siaga di TV hehehe...

Gimana dengan sang Kakak?selalu ada cerita menarik dengan kakak Shafa, mungkin dia bingung ketika tiba-tiba sudah ada dedek Azka di pelukan ayah dan bunda, dia protes dan terlihat cemburu ketika perhatian semua orang sekarang beralih ke dedek, ada makhluk baru yang merebut center of perhatian.....beberapa hari jelas banget terasa perubahan sikap dari kakak yang mulai agak pendiam dan cepat ngambek....agak ribet memang prosesnya, tapi kita usahakan untuk selalu mengajak sang kakak dalam merawat dedek....syukur Alhamdulillah sekarang sang kakak sudah bisa memposisikan diri dengan baik dan sangat sayang pada adeknya...coba tanya "kakak, adeknya di ambil sama orang lain boleh?" be sure jawabannya "GAK BOWEH!!" hehehe..

Selamat datang dek Azka, selamat datang dalam keluarga ini, semoga menambah warna kehidupan keluarga kita, memberi arti bagi dunia.

Saturday, 5 January 2008

Liat Wajah Mereka!


Kalau anda letih bekerja, lihatlah wajah-wajah keluarga anda yang selalu menanti di rumah, InsyaAllah semangat anda bekerja akan meledak kembali, seperti untaian reaksi fisi yang akan meledak tak putus-putusnya.

Bayangkanlah wajah Istri, anak, orang tua, adik, kakak, saudara, orang-orang yang menggantungkan harapannya di bahu anda...maka keletihan akan berganti dengan semangat baru. Tanggung jawab yang anda pikul adalah jihad. Maka tetaplah semangat memberikan yang terbaik dalam hidup anda, jadilah orang yang bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Jauhkan diri dari tingkah laku benalu. Senyum dan tegaklah....Dunia menantimu!

Friday, 28 September 2007

Istriku tercinta!

JUST FOR INSPIRATION (From milist-Anonymous)

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatabpun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya.

Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun.

Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah.

Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata.

Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya. Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya kelangit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini, beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia. Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi?

Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, "akulah yang membuatnya begitu." Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi angaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

Foto Keluarga


Setelah sekian lama, baru ini bisa ngeposting foto keluarga!Kami berdoa semoga kebahagian ini menjadi milik kami sampai kakek nenek nanti, Amin

Bergaya di depan Kamera


Ini lho Yaris yang masih dicicil setahun lagi!Bagus ya!


Si Adek di depan Kamera, 2 tahun udah gede sekarang, nggak kerasa!

Menjelang Hari Raya


Demi keluarga, sang Bapak rela mengorbankan nyawanya!
Menjelang hari raya, mari kita berbagi sehingga lebih ringanlah beban saudara-saudara kita

Sunday, 8 July 2007

Ready to Go Home

Hari ulang tahun pernikahan kami, setelah 3 tahun berjuang sama-sama, banyak cerita suka dan duka yang kami lewati bersama, kebahagian yang tak terkira, syukur Alhamdulillah.
Semoga ke depannya kita makin akrab, saling pengertian, dan bisa saling membantu dalam kondisi apapun.
Kebahagian kam makin lengkap dengan hadirnya buah hati tercinta "Shafa Khansa Ulhaq", hari-hari terasa makin indah untuk dilewati bersama.
Suatu saat nanti, aku akan berhenti dari oilfield dan akan lebih bnayak menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah, membesarkan anak kami, memberikannya perhatian yang lebih, dan membangun kerajaan bisnis sendiri.
Tanggal 10 Juli ini InsyaAllah off ke Indonesia, pulang ke Yogya dan mempersiapkan kepindahan ke Nanggroe Aceh Darussalam, kerjaan yang berat buat moving tapi harus dilakukan, karena studi kedokteran sang Istri tercinta telah selesai dan saatnya untuk berhadapan dengan dunia nyata.
Setelah sekian lama gak pulang, inilah saatnya bagi kami untuk kembali dan melihat peluang yang ada disana. semoga kepulangan kami dapat memberikan banyak manfaat bagi yang lainnya.

Monday, 16 April 2007

Keluarga

Ngomongin masalah kelurga, bagi yang belon nikah tentu akan langsung tertuju pada Ibu, Ayah, Adik, Abang, Kakak, Tante....
sedangkan yang baru nikahk, kalau ditanya keluarga, maka langsung tertuju istri dan anak, baru orang tua, harusnya tetap orang tua baru istri dan anak ya, mungkin win-win solutionnya tergantung situasi dan kondisi (setuju kan?)

Pernah nggak teman-teman sekalian mikirin gimana seandainya orang-orang yang kita cintai itu tiba-tiba hilang dari peredaran, atau mungkin pernah termimpi ketika mereka meninggal dunia.......?
Hal ini pernah saya alami, bahkan sampai terduduk nangis dalam mimpi, dan disaat terkejut aliran air mata masih gak bisa berhenti malah semakin menjadi-jadi..
Teringat segala pengabdian mereka kepada kita (terutama kedua orang tua), gimana beratnya menjalani kehidupan dengan tanggung jawab yang begitu besar...Teringat belon ada pengabdian yang terbalaskan..Subhanallah.

Keadaan ini sekarang balik kita yang rasa, keluarga yang baru 2-3 tahun menikah, dengan seorang putra or putri yang lagi lucu-lucunya, gimana saat kita harus kalang-kabut di tengah malam cari obat dan dokter, dan membawanya ke unit gawat darurat (tapi kok perawatnya santai-santai aja ya?), kegelisahan yang semakin menjadi saat demamnya tinggi, bahkan untuk dia terjatuhpun kita akan merasa takut akan lecet dan luka di tubuhnya......Ah, betapa pengorbanan orang tua sungguh luar biasa.

Keluarga menajdi suatu semangat dalam mengarungi hidup ini, disaat kelelahan yang amat sangat setelah bekerja, di saat bermandikan peluh (bukan klise nih, cerita beneran!), disaat tekanan kerjaan yang memberatkan fisik dan mental,..Keluargalah yang mampu membuat kita bertahan, ya, rasa tanggung jawab itu yang membuat kita bertahan.....
I wish I always with you 2...