Paypal

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Showing posts with label Financial. Show all posts
Showing posts with label Financial. Show all posts

Saturday, 5 January 2008

Karyawan Kaya


Jadi Karyawan Bisa Kaya!?

Udah pada baca bukunya Safir Senduk yang judulnya "Siapa Bilang jadi Karyawan Gak Bisa Kaya"
Akhirnya ada juga buku yang mendukung pekerjaan sebagai pegawai alias bekerja pada orang lain, habisnya benar juga sih selama ini yang terdengar adalah kalau kita kerja sama orang maka kita gak akan pernah kaya, gak akan dapat kebebasan financial, penghasilan terbatas!dan bejibun alasan lainnya.
Walau beberapa excuse yang dikatakan itu ada benarnya juga...tapi lagi-lagi kalau gak ada pekerja, siapa yang akan menjalani suatu bisnis?

Terlepas dari perdebatan jadi pebisnis atau jadi pekerja, yang penting lakukan sesuatu itu dengan hati yang tenang dan sungguh-sungguh, kalau emang anda tidak menyukai pekerjaan anda, alias gak punya passion pada pekerjaan, mendingan Out cari pekerjaan yang emang anda senangi, jangan menyiksa diri toh.

So back to the book, ada beberapa trik yang dapat kita ambil sebagai langkah kerja para pegawai:
- Beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif
- Atur pengeluaran anda
- Hati-hati dengan utang
- Sisihkan untuk pos-pos pengeluaran di masa yang akan datang
- Miliki proteksi

Ngomong-ngomong tentang harta produktif, jadi teringat sama si Robert Kiyosaki, bukunya itu lho pas kita kuliah dulu gimana hebohnya kan, penjelasan tentang aset dan liabilitas. Nah sekarang kita perlu memperbanyak aset dan harta produktif, tentu bukan dengan hitungan hari toh, waktu adalah kawannya investasi, so be patient dan Istiqomah pelan-pelan, tabung dan invest.
Tapi....tau gak sih jadi malas juga sama Kiyosaki gara-gara ngomongin MLM dibukunya, jadinya para MLM'ers tiap mau prospek orang selalu mencatut si Robert, dengan gaya pede tentang 4 quadrantnya, rasa-rasanya kalau gak join MLM itu kita bakalan gak bisa masuk quadrant ke-4 tersebut..buseeeeettt deh...punya pengalaman buruk banget gua sama MLM..jauh-jauh deh dari diriku.
Mau tahu kenapa?kalau gua bilang sih habis-habisin waktu dan duit aja, sementara jenis investasi lain masih terhampar di depan mata, kecuali kalau emang anda orang yang gak punya teman dan kesepian dalam hidup ini, MLM bisa dijadikan tempat buat nyari teman baru, relasi baru, tempat ngumpul baru, dan bayarnya rame-rame hahahahaha.
Hidup dalam mimpi!!awas lho, gak boleh bermimpi dalam hidup ini, itu namanya angan-angan.....The Best way for Muslim adalah punya GOAL, Alias TARGET....so different between Dream and GOAL!
Kalau ber MIMPI kita gak punya jalan dan cara, but TARGET or GOAL, kita punya segudang langkah dan strategi untuk mencapainya...so itulah kenapa ada pesan oragn tua "Jangan Bermimpi di Siang Bolong!" nah lho, tapi kalau bikin goal, mau pagi, siang, sore, tengah malam, dini hari,...tetap aja rame kan!gak percaya, liat tuh di warung kopi gimana antusiasnya orang-orang nonton cara bikin GOAL, apalagi yang mau bikin GOALnya itu si MANUT alias Mancester United, plus Chelsea, Arsenal, Plus Milan, Inter, Juve...weleh weleh...ngelantur deh.

Berikutnya atuh Jangan "Lebih Besar Pasak daripada Tiang" tuh pepatah dari jaman ESDE udah kita dengar, tapi sampai sekarang belon di actualkan dalam kehidupan, karena rasa INGIN kita yang gak pernah terbendung, sedangkan ke BUTUH an kita mungkin saat ini sudah tercukupi...COntohnya, kalau kita butuh transportasi ke Kantor, kita bisa beli motor atau mobil bekas merk rakyat, tapi karena rasa INGIN menyebabkan kita MAU nya beli mobil baru merk Menteri...padahal kalau gak beli mobil baru juga gak apa-apa, kita masih bisa ke kantor, malahan bisa beli motor aja sekalian, lebih hemat, dan lebih cepat pula sampai kantor.

Hutang!pernah lho gua stuck sama hutang kartu kredit....ampunlah pokoknya kalau ngutang di bank untuk keperluan konsuntif, mendingan di lunasin cepat-cepat, karena konsep compound of intererest alias bunga berbuganya sungguh berbunga-bunga..jauh-jauh en beresin tuh hutang sampeyan!masa tiap bulan cuma bayar bunganya aja, bisa gak lunas-lunas tuh hutang sampai tua.
Beda kalau misalnya hutang untuk hal yang produktif, misalnya buat KPR, kan harganya bakalan naik terus, jadi suatu saat akan menguntungkan, ya gak apa-apa kalau berhutang untuk rumah tinggal, daripada nyewa terus!jadi malu nih masih nyewa rumah.

Kalau masalah sisihkan untuk masa depan emang benar tuh, jadi kita memprediksikan apa yang kira-kira ke depan nanti akan kita butuhkan, so ada persiapannya dari sekarang, kaya buat sekolah anak, daripada nanti pas masuk sekolah bayarnya dadakan 10 juta misalnya, mau ngutang dimana lagi tuh!!nah kalau dari sekarang kita sisihkan pelan-pelan, katakanlah 400 ribu sebulan, pas 5 tahun lagi anak sekolah, udah berlebih malah duitnya kan..nah ingat "Waktu adalah Kawannya Investasi!" so jangan tunda-tunda lagi, mulai dari sekarang.

Miliki proteksi gua no comment ya, itu tergantung pengalaman pribadi masing-masing sih, habisnya ngomongin asuransi sih...:-)

Udah ah, mau mandi dulu mau siap-siap kerja lagi ke Base, cari sesuap nasi buat keluarga.


wassalam.

Thursday, 30 August 2007

Reksadana

Pengetahuan tentag reksadana baru saja aku dapatkan dari berbagai sumber, syukur juga akhirnya bisa melek secara ilmu keuangan sehingga bisa mendapatkan produk investasi yang lumayan aman dan dapat memberikan imbal hasil diatas 10% pertahun, tentu jauh dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.
Aku yakin kalau kata Reksadana masih cukup asing bagi rekan-rekan sekalian, akupun belon tahu pasti, kalau di Banda Aceh dimana kita bisa mendapatkan produk-produk reksadana ini, namun kalau di yoga, di Bank Mandiri pun kita sudah bisa membeli berbagai macam produk reksadana.
Belakangan muncul lagi reksadana syariah nih, kayaknyak jadi peluang yang bagus buat kita untuk mulai investasi buat masa pensiun nanti, hitung-hitung menabung lah seperti jargon yang selama ini sering kita dengarkan dari para orang tua kita.
Pulang trip kali ini akan kuusahakan untuk bertamu ke beberapa Bank di Banda Aceh, siapa tahu mereka menjual atau memiliki informasi yang bisa di bagi.

Friday, 8 June 2007

Bisnis Mandiri

Bisnis Pribadi, biar kecil-kecilan tapi kayaknya lebih terhormat dan lebih menimbulkan dedikasi kerja yang baik daripada harus bergantung terus sama orang lain, pingen banget sih ngumpul sama teman-teman terus ngebuka bisnis sendiri, makanya tertarik banget ketika ada teman yang ngajakin untuk bisnis, cumaya aku berharap bahwa dia serius dalam ngajakin diriku ini untuk ikut berbisnis, namun seperti yang kukatakan sebelumnya, bahwa aku akan mereject segala macam bentuk bermodel investasi, karena tidak memunculkan komitmen jangka panjang. Dan menurutkan itu tidak menarik, kenapa aku harus invest ke hal-hal yang belum aku kenal dengan baik padahal di satu sisi aku sudah menemukan instrumen investasi yang lebih menarik, lebih aman dari penipuan karena terlindung undang-undang negara, bada yang kredibilitasnya tinggi, cepat dalam hal pencarian dana, dan transparan...wow lebih baik seribu x toh jadinya.
Tapi kalau ajakan menanam saham modal dalam suatu bada usaha, nah ini baru menarik, karena menuntut pemikiran yang mendalam, dedikasi yang tinggi, dan tanggung jawab yang lebih, dengan kata lain akan melatih otak dan sikpa menjadi lebih profesional.
See you next time dech...selamat berbisnis

Tuesday, 24 April 2007

Luanda, 24 April 2007

Hem, another day as a worker comes...but however, today is the day we have to submit expenses as daily allowances to finance, mid day is the border time...

Success hari ini merambah google adsense, masih ada yang belon tahu??google adsense adalah sarana buat pemain di internet nyari duit lewat iklan yang di tampilkan lewat website kita, semakin banyak orang yang tertarik untuk meng click iklannya itu, maka makin besar kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan, ini dia passive income yang kata orang-orang MLM alias Multi Level Marketing selalu agung-agungkan itu...sampai hari ini saya gak percaya lagi sama MLM, nanti akan saya coba tuliskan alasan-alasan saya tidak percaya lagi sama Passive Incomenya MLM itu.

Tentu banyak kontroversi, tapi anda harus punya pendirian sendiri, harus punya pengalaman sendiri, dan objektif tentunya..

Ngomongin tentang daily allowance lagi nich...ya lumayan banget dapat uang harian disini, asal tahu aja sekali makan bisa ngorek kantong sebanyak 7-10 dolar di Luanda sini, padahal negeri Afrika, gak tahunya malah makanan mahal-mahal ampun deh.

Kalau penghasilan segini, tinggalnya di Indonesia..wah..wah bakalan enak banget..hep jangan mimpi dulu, tentang ini juga ada pembicaraan sendiri lho, biasanya dengan meningkatnya pendapatan seseorang amak meningkat pula pengeluarannya...padahal ini seharusnya gak terjadi kalau kita punya planning financial yang baik ataupun punya usaha sendiri yang terus berputar...

Kita bahas lain kali ya, habis masih harus kerja dan ngantuk banget gara-gara main game, iya kerasa banget kalau waktu untuk main game aja sekarang kekuras habis...kerja...kerja...kapankah aku bisa berhenti bekerja untuk kepentingan orang lain???!

Saturday, 21 April 2007

The 10-Step Debt Elimination System by George Allan

Simplest systems are generally the best. This adage applies to debt elimination too. Over the years, I have evaluated many systems. Let me introduce you the best one...

The Simple, yet Effective, Idiot proof, Iron Clad, No Holds Barred, Debt Elimination system, Devoid Of Any Fine Print

Just take the following steps…. Your goal of debt elimination will be achieved….

1. Check the recorded expenses for the last 12 months. One year is a sufficient period for checking personal experience. Check all recorded expenses, bank statements, cancelled checks, credit card statements, or whatever other record you have. For cash expenses, carry a small notebook with you for few weeks and note down all expenses, however minor it may seem to be. At the end of the day, you will be amazed to see molehill becoming a mountain. I have gone through this. It is a pain really.

2. Find out the total monthly expense, by dividing the recorded expenses by 12 and adding the cash expenses adjusted for a month.

3. Make a list of your debts. Do not forget to include mortgage. Call your creditor if you do not have information handy. (However, it pays to keep the information handy)

4. Make a list of minimum payments on your debts that you have to make every month. Assume that the total comes to $2000 every month.

5. Find out debt remaining repayment period assuming minimum installment every month.

6. Rank your debts on the number of months for repayment in ascending order. That means, the debt with smallest number months remaining for repayment, is the first number. Go on until the last debt.

7. Make a priority list of for repayment of your debts. Your highest priority debt should the one that you can pay off in the minimum number of months. Your lowest priority debt is the one that will take you the maximum number of months. Perhaps this will probably be your mortgage on home.

8. In step No. 4 you have calculated your minimum repayment as $2000. Make up your mind to increase this by 10%.

9. To have an additional $200 for repayment, reduce $200 from your expenses, and reserve it for additional debt repayment. Think of all the possible ways to do this. Make a determined effort and most likely to will exceed your target of $200.

10. Use this additional $200 for repayment of first priority debt. If you were paying $100 previously, now you will be paying $300. This $300 will have a cascading effect on your repayment as soon as the first debt is paid off. You will now have $300 additional for repayment in place of $200 that you had from your savings
This way you will be debt free in few years. The beauty of this system is that came from just $200 that you have saved in years of your resolve to be debt free. When you have paid off the final debt, you will find that you have a much larger amount in hand to spend than your original $200 a month that you saved initially from your expenses. The cascading effect of your saving $200 will be evident in coming years.
Not only will you be just debt free in few years, but also will have a built a substantial base on which to build up your dreams. All this for just$200 per month of your initial saving efforts.
Ngerti nggak sih apa yang ditulisin tuh!hem...

Pay Off Your Debt or Invest?

From Joshua Kennon,Your Guide to Investing for Beginners.

Simple math leads to a simple answer

Maybe it was the financial planner on CNBC, a casual conversation with a friend, or just the small voice inside, but something has caused you to keep asking yourself the same thing: should I pay off my debt or start investing? This question, perhaps more than any other, has plagued investors for generations. Ironically, it is one that can be easily decided by using a bit of simple math.
Whether it's a mortgage, car loan, student loan, credit card, or medical bills, you probably have some amount of debt in your life. It is only natural that you want to pay it off as soon as possible. On the other hand, it is understandable that you want to start putting money away for your retirement or some other important milestone in your life.
Since there is only so much cash to go around, a decision normally has to be made between the two, neither of which leaves a person feeling completely satisfied.

What should you do? The answer depends on two variables:
1. The rate of after-tax interest you are paying on your debt
2. The after-tax rate of return you expect to earn on your investments

Before you answer the first question, you must understand that there are two different kinds of debt. On one end of the spectrum is high-interest credit card debt that originates from things such as credit cards and department store charge accounts. This type is the deadliest and generally should be avoided unless absolutely necessary. The second type of debt is the lower interest variety; your mortgage, student loans, etc. Often, the interest on these types is partially or wholly tax-deductible, making it even more attractive.
With that in mind, the answer to the debt reduction vs. investing problem can be solved with this one statement: If you can earn a higher after-tax return on your investments than the after-tax interest rate expense on your debt, you should invest. Otherwise, you should pay off your balance.


Example of debt reduction vs. investing calculation

Scenario 1 Assume you have a thirty year, $150,000 mortgage with a six percent rate. Also assume you are in the 25% tax bracket. Due to the itemized deduction of mortgage interest, your after tax annual percentage rate is really 4.02% (not the 6.00% you are paying). Hence, if you expect to earn an after-tax return higher than 4.02% on your investments (odds are substantial you will if you have a long-term horizon), then you should invest. To discover how much of your mortgage interest expense you can deduct.

Scenario 2You have a $10,000 balance on a credit card with a 22% annual percentage rate. Credit card interest expense is not tax deductible, meaning you should only invest if you think you can earn a 22% after tax return on your investments. Given that the historical long-term return on equities has been somewhere around 11-12%, this seems highly unlikely. In this case, it would be foolish to invest.

The bottom line
Although you may be eager to invest, you need to do what is best for your bottom line. Regardless of which is the wiser course of action at this stage in your life, the ultimate goal should be to have no debt and an abundance of great, lucrative investments. With enough patience and hard work, this is a goal that you can, and will, attain.

Monday, 16 April 2007

Enterpreuner

Be an enterpreuneur recently become my favourite topics, everytime I spend 1 or 2 hours to check on the web about financial, business opportunities, franchise. Let say All the related world that I can reach.

This kind of profession has motivate me to do something different in live. At leat I have realized that I will not work until my aged old, there suppose to be a time for me to keep free on what I want to do and when is it?

There will be time for us to be the manager for our own company, just prepare small steps everyday and have a review on it, as a young man, we still have much energy to think more and creative.

My friends, when the times come, we should be ready!
Action and action......

Financial

Pernah Bertengkar sama Istri gara-gara uang??
Heem, kayaknya persoalan yang satu ini jadi permasalahan yang cukup umum di negeri kita...

Pernah dengar tentang tips dan trik memanfaatkan pendapatan bulanan biar gak tekor di akhir bulan??
Ini saya bagi beberapa pengalaman hasil-hasil baca2 di internet:
1. Rumus 20 30 30 20, artinya 20% Gajian anda, manfaatkan untuk bayar kos atau kontrakan rumah, 30% untuk biaya hidup seharo-hari, 30% untuk ngelunasin hutang-hutang, termasuk kartu kredi yang mencekik leher bunganya, 20% lagi gunakan untuk liburan, ngeceng di Ulee Kareng, Shopping di Mall, bagi-bagi buat teman dan kerabat...
2. Rumus akumulasi kekayaan, katanya seharusnya kita memiliki jumlah kekayaan sebesar 10% x umur x Pendapatan pertahun!...Gak usah di coba deh, saya yakin pasti banyak rekan-rekan yang belon mampu mengakumulasi pendapatan sebesar itu hehehe....eits saya juga belon lho, tenang masih ada waktu
3. 10% dari Gaji setelah kena pajak di awal bulan harus segera anda setor untuk di tabung lho, janganpakai tabungan Bank, karena selain haram, bunganya juga kecil, kalah sama laju inflasi bangsa ini...jadi manfaatkan produk lainnya.
4. Apa gak takut kalau yang karyawan swasta dipecat atau karena suatu hal harus berhenti kerja??Nah Lho, mangkanya simpan tuh dana darurat untuk hidup selama 3-6 bulan ke depan, sebelum bisa dapatkan kerja lagi...
Pengalaman pribadi nih kemaren waktu keluar dari Middle East, ee malah gak nyiapin dana darurat ini, padahal keberangkatan di perusahaan yang baru juga di delay 2 bulanan...wah..wah kacau kan ekonomi keluarga, belon lagi cicilan yang seabrek-abrek banyaknya, dari kartu kredit, cicilan KPR, motor, untung juga belon kredit mobil hehehehe...
STOP BERHUTANG SEKARANG JUGA!!!