Paypal

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Sunday, 23 December 2007

Setahun sudah

6 AMIGOS
Salam Setahun.

Setahun sudah berada di Angola, terasa banget perjuangan, semangat, kelelahan, kebahagiaan, penderitaan, semua jadi satu. Demi pencapaian cita-cita masa depan.
Liat tuh foto kalau gak percaya hehehehe, gak ada coveral yang bersih toh?semuanya penuh dengan oli, tapi bibir harus tetap tersenyum, karena nggak ada perjuangan yang sangat berat yang kita tidak sanggup untuk mengembannya.....so keep smile and gaya dikitlah kalau di foto, ayo bilang siapa yang lagi gaya di foto?

Kalau ditanyakan, apa hasilnya selama setahun perjuangan ini?wah kayaknya banyak banget limpahan rejeki dari sang maha Kuasa kepada kami. 2007 kita beli mobil secara kreditan yang InsyaAllah akan lunas dalam 5 bulan lagi, reduksi cicilan rumah di Depok dari 1.1 juta perbulan menjadi 470 ribu sebulan, mendirikan usaha bersama "Success Laundry" bersama teman seangkatan di Mosa dulu, inisiasi pendirian sebuah perseroan terbatas yang dulu belon berani untuk diwujudkan bersama rekan-rekan baru di Banda Aceh, Alhamdulillah lagi tahap persiapan pendirian apotek, reksadana yang bervariatif, hutang-hutang "Huge" yang hampir lunas....wuih rasanya beban hidup jadi lebih berkurang kalau kita gak punya hutang ya!
Terus juga ada inisiasi pendirian bengkel motor yang belanjanya InsyaAllah awal tahun 2008 ini.
Boleh dikatakan tahun 2007 adalah tahun investasi...mudah-mudahan bisa berhasil, amien.

Tahun 2008 yang akan lebih penuh perjuangan dan harapan. Kita ingin launching bengkel motor yang tertunda karena beberapa faktor kemaren itu, berusaha mewujudkan pembelian tanah buat rumah dari pembiayaan bank. Dan kalau memungkinkan mulai untuk pendirian rumah sendiri, istana kecil buat keluarga kita tinggal dan membangun keluarga yang beriman dan bermanfaat buat lingkungan sekitar, InsyaAllah.
Tahun dua ribu delapan ini juga berencana untuk pindah kerja ke negara yang lebih dekat ke Indonesia, mudah-mudahan bisa segera terwujud.

Alhamdulillah, puji syukur kami ucapkan atas rizki yang Allah berikan kepada keluarga kami, semoga amanahmu Allah dapat kami jaga dengan baik dan banyak memberi manfaat kepada lingkungan kami.


Wassalam,
Sonils Base, Boavista-Luanda


Friday, 28 September 2007

Istriku tercinta!

JUST FOR INSPIRATION (From milist-Anonymous)

Adakah istri yang tidak cerewet? Sulit menemukannya. Bahkan istri Khalifah sekaliber Umar bin Khatabpun cerewet.

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa. Menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah; tak tahan dengan kecerewetan istrinya.

Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun.

Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah.

Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun?

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?

1. Benteng Penjaga Api Neraka

Kelemahan laki-laki ada di mata.

Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya. Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat.

Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya kelangit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini, beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia. Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi?

Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, "akulah yang membuatnya begitu." Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi dan lalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi angaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga tak terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji.

Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini. Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

Foto Keluarga


Setelah sekian lama, baru ini bisa ngeposting foto keluarga!Kami berdoa semoga kebahagian ini menjadi milik kami sampai kakek nenek nanti, Amin

Bergaya di depan Kamera


Ini lho Yaris yang masih dicicil setahun lagi!Bagus ya!


Si Adek di depan Kamera, 2 tahun udah gede sekarang, nggak kerasa!

Menjelang Hari Raya


Demi keluarga, sang Bapak rela mengorbankan nyawanya!
Menjelang hari raya, mari kita berbagi sehingga lebih ringanlah beban saudara-saudara kita

Friday, 21 September 2007

Lepas Pantai Afrika


Ini salah satu foto yang saya ambil di saat kerja di sebuah blok lepas pantai di Angola, foto latar belakang adalah sebuah jack up rig yang sedang melalukan pemboran minyak di daerah tersebut.
Offshore....kapan ya aku berhenti?

Thursday, 30 August 2007

Reksadana

Pengetahuan tentag reksadana baru saja aku dapatkan dari berbagai sumber, syukur juga akhirnya bisa melek secara ilmu keuangan sehingga bisa mendapatkan produk investasi yang lumayan aman dan dapat memberikan imbal hasil diatas 10% pertahun, tentu jauh dibandingkan dengan deposito atau tabungan bank.
Aku yakin kalau kata Reksadana masih cukup asing bagi rekan-rekan sekalian, akupun belon tahu pasti, kalau di Banda Aceh dimana kita bisa mendapatkan produk-produk reksadana ini, namun kalau di yoga, di Bank Mandiri pun kita sudah bisa membeli berbagai macam produk reksadana.
Belakangan muncul lagi reksadana syariah nih, kayaknyak jadi peluang yang bagus buat kita untuk mulai investasi buat masa pensiun nanti, hitung-hitung menabung lah seperti jargon yang selama ini sering kita dengarkan dari para orang tua kita.
Pulang trip kali ini akan kuusahakan untuk bertamu ke beberapa Bank di Banda Aceh, siapa tahu mereka menjual atau memiliki informasi yang bisa di bagi.